Sabtu, Agustus 29, 2009

ASEM IK....MUSNAH!


Mengawali puasa hari ini sepertinya bukan dalam situasi yang ideal... bagaimana tidak ditengah repotnya mengejar deadline laporan buat World Bank dan Depkes, saat ini harus mulai membuat persiapan untuk "mendak pisan" (1 tahun meninggalnya) almarhumah ibu yang hampir berdekatan dengan "nyewu" (seribu hari meninggalnya) almarhum bapak yang menurut rencana akan dilakukan pemasangan kijing dan cungkup di makam beliau pertengahan bulan depan.

Pada saat bersamaan harus jadi single parent lagi selama enam hari kedepan, karena my BJ ada undangan seminar internasional di Bangkok, sedangkan pembangunan "gubuk" saat ini jg mulai memasuki tahap finishing ..katanya justeru paling rumit & lama dan tentu menguras isi kantong ada ditahap ini .. fffuuiiih ! Ledakan emosi kerap bisa kucoba tahan, apalagi saat inikan sedang puasa.. sangat dianjurkan untuk bisa menahan nafsu amarah...

Ternyata apa yang dikira mudah belum tentu begitu adanya, kendali diri serta kontrol emosi yang harusnya telah muulai bisa terlatih selama 7 hari berpuasa, akhirnya hari ini kembali harus jebol ...asem ik ! aseeeem iiik ! aseeem iiiiiik!Harapan untuk menjaga kesejukan nurani dari jilatan emosi yang tak terasa namun bisa meledak secara tiba-tiba, kebetulan kali ini pemicunya datang dari anak-ku nomer tiga yang masih duduk di kelas IV SD.. (maafkan bapak ya le tadi sudah marah-marah ..)

Belum reda pemulihan suasana hati berlangsung mulus, saat istirahat dan blogwalking ke beberapa blog sahabat, mata ini tiba2 tertumbuk pada koment seseorang.. sebut saja si "Ash" . Sejatinya yang dia tulis termasuk sepele..dia nulis bahwa merasa mangkel jika ada orang yang menuliskan kata "ASEM IK" di sebuah postingan di dunia maya ini dan memilih kabur daripada membaca postingan meskipun tulisannya menarik!.. Persetan dengan apa alasannya, yang pasti efek tulisannya itu telah mengusik emosi yang sdh kadung jebol tadi pagi...bagaimana tidak yang mengenalkan tulisan "ASEM IK" di komunitas blogger itukan kebetulan adalah saya.. !!

Nyuwun pangapunten duh Gusti Pangeran.. kualitas poso saya hari ini mungkin cuma sebatas menahan lapar dan dahaga ... sedangkan yang masih tersisa ini jangan sampai musnah sama sekali akibat terbakar habis oleh prasangka & emosi .. asem ik !


03 Musnah - ANDRA AND THE BACKBONE

Jumat, Agustus 28, 2009

Kumat Lagi


Sumber: pulauseribu.net

Dulu diawal tahun 1997 saat masih menemani my BJ yang kebetulan mulai bertugas sebagai dokter puskesmas di wilayah Kab. Demak yang terkenal miskin dan kering. Saya memiliki waktu yang luang untuk menggeluti hobi baru ..yaitu mancing. Awalnya hanya diajak oleh mas ipar dan seorang tetangga yang jadi guru SD setempat, hebatnya mereka ternyata telah membuat sebuah kolam ukuran 6 x 10 m dibelakang rumah dinas puskesmas. Kolam ini diisi ikan nila dan carper, saat tertentu kami juga berkeliaran disekitar rumah yang ternyata masih banyak kolam dan sungainya. Waktunya dilakukan sore dan nggak jarang malah berlanjut sampai malem hari. Umpan dan joran yang dipakai masih sederhana dari bambu dan gulungan senarnya masih manual,bahkan kalau mau mancing udang tawar kami hanya menggunakan senarnya saja.

Kalau pas hari minggu, maka sesekali kami mancing model ngapung diatas perahu yang kami sewa waktu itu harganya sudah mencapai Rp. 100 rb/hari. Kami terpaksa harus berangkat pagi sekitar jam 6 karena untuk "mengapung" kami mesti sewa ke seorang bapak tua nelayan langganan kami yang jarak rumahnya sekitar 2 jam jika naik mobil kalau naik motor sekitar 1,5 jam dan lokasinya malah sudah masuk ke Kab. Jepara. Aktivitas mancing dengan cara mengapung akan bisa sampai seharian dibawah terik panas yang menyengat ..muter-muter di beberapa titik pantai yang diperkirakan banyak ikannya. Sepulangnya biasanya muka & tangan kami sudah gosong semua. Ikan yang jadi favorit adalah ikan kerapu yang hidupnya di karang, karena tingkat kesulitan-nya cukup tinggi mengingat hidupnya di karang sehingga begitu terlambat sedikit nariknya maka langsung putus oleh karang yang tajam. Ditambah lagi gaya tarikannya yang menghentak berat berlangsung tiba-tiba ..membuat sensasi yang nggak bisa didapatkan kalau cuma mancing di tambak atau sungai.

Setelah vakum nggak mancing lebih dari 10 tahun karena sudah pindah kembali ke Semarang, ternyata mulai sebulan ini aku bisa kembali menyalurkan hasrat mancing, setelah diajak oleh mas ipar. Dia ngajak mancing di tambak bandeng.. awalnya mencibir opo enake ..? ternyata setelah mencoba sekali, alhamdulillah kok sampai sekarang aku masih bisa menikmati kekumatan dari hobi lamaku ini. Meskipun seperti saat ini memasuki bulan puasa. Selam ini kalau puasa aku cenderung penginnya di rumah melulu bahkan kalau bisa ngendon di kamar yang di-setel AC-nya paling dingin. Namun begitu ada dorongan mancing muncul maka meskipun cuaca panas menyengat, angin kering di sekitar pantai/tambak menerpa secara kasar hingga bibir tak terasa jadi pecah-pecah, toh aku tetep nekat mencelupkan mata kail sambil berdiam diri mengamati pelampungnya..menunggu detik-detik munculnya tanda gerakan/tarikan lembut dari si ikan ..dan mengerahkan & memadukan sisi ketepatan maupun kecepatan secara pas agar ikan-nya tidak lagi lepas dan menjelang adzan maghrib biasanya kami sudah berkemas tentu dengan hati yang puas...

17 Kolam Susu - KOES PLUS